7 Jenis Infeksi Jamur

7 Jenis Infeksi Jamur

Selamat datang di websaite resmi aman terpercaya sebagai penjual obat herbal alami Toko Zahra Herbal Kami sebagai agen resmi terbaik dan TERPERCAYA yang siap melayani, pemesanan, dan pengiriman obat herbal keseluruh penjuru kota yang berada di Indonesia dan di kirim dengan jasa JNE. Kali ini kami akan berbagi informasi seputar kesehatan yaitu 7 jenis infeksi jamur

Infeksi jamur kulit banyak diderita oleh masyarakat yang tinggal di daerah yang beriklim tropis. Iklim tropis menyebabkan suhu udara panas dan lembab sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan organisme seperti jamur. Jamur umumnya menyerang kulit dan bersifat ringan. Infeksi ini biasanya menyerang lapisan terluar kulit, kuku dan rambut.

7 Jenis Infeksi Jamur

Penyebab infeksi jamur antara lain dermatofita (misalnya tinea), ragi/yeast (misalnya candida), dan Pitiriasis. Gejala dan kelainan yang timbul tergantung dari jenis organisme penyebab dan lokasi infeksi. Beberapa diantaranya berupa kulit kemerahan, bersisik dan gatal. Adapula yang tampak sebagai kulit kering. Infeksi jamur juga dapat menyerang lapisan kulit bagian dalam atau bahkan seluruh tubuh, terutama pada individu yang mengalami gangguan sistem imun. ( Baca : Chitosan Capsule )

Jamur Kulit dapat menular dari satu orang ke orang lain. Penularannya dapat melalui persinggungan secara langsung dengan kulit penderita, dan bisa juga dari penggunaan bersama kamar mandi dan ruang ganti pakaian umum. Sumber infeksinya dapat berupa serpihan kulit yang terkelupas. Beberapa orang ada yang peka pada jamur yang menyebabkan kutu air ini sedangkan yang lain adalah lebih resisten (tahan).

Jenis-jenis Infeksi Jamur

Menurut tempatnya yang terinfeksi jamur, ada beberapa jenis, yaitu :

1. Tinea Capitis (ringworm of the scalp)

Infeksi jamur menyerang kulit kepala. Gejala klinis yang tampak yaitu kebotakan (alopesia), dan inflamasi pada kulit dan rambut kepala yang terkena.

2. Tinea Corporis (Tinea Glabrosa)

Infeksi jamur ini menyerang pada bagian tubuh yang tidak berambut (leher atau badan). Gejala infeksi ini ditandai dengan munculnya bercak bulat atau lonjong kemerahan dan berbatas tegas, bersisik, dan berbintil. Bagian tengah lesi lebih tenang, tak berbintil.

3. Tinea Cruris (Jockey Itch atau Ringworm of the Grain)

Infeksi jamur menyerang di daerah selakangan, lipatan paha, daerah bawah perut, kelamin luar, dan sekitar anus, berwarna kemerahan dan gatal. Kebanyakan penderita infeksi jamur ini sering menggaruk karena terasa gatal, akibatnya kulit selangkangan lebih legam, meradang dan basah bergetah, terutama jika jamur sudah terkena infeksi oleh kuman lain.

4. Tinea pedis (kutu air / athlete’s foot / rangen)

Infeksi jamur ini menyerang di sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Gejalanya berupa gatal-gatal diantara jari kaki, kemudian terbentuk gelembung lalu pecah dan mengeluarkan cairan. Kulit yang terinfeksi akan menjadi lunak (maserasi), berwarna keputihan disertai dengan rekahan-rekahan (fisura) dan terkelupas sehingga membuka luang terjadinya infeksi sekunder oleh kuman lain. Biasanya disertai dengan rasa gatal, berbau, panas terbakar atau nyeri seperti tersengat.

5. Tinea unguinum (Onikomikosis / Ringworm of the nails)

Infeksi jamur ini bisa menyerang kuku hingga rusak, rapuh, dan bentuknya tak lagi normal. Di bagian bawah kuku akan terjadi penumpukan sisa jaringan kuku rapuh (menebal).

6. Pityriasis versicolor (Panu)

Penyakit kulit ini banyak terdapat di Indonesia karena iklim tropis dan kurangnya prasarana air bersih. Kadang-kadang penderita tidak menganggap ini sabagai penyakit. Gejala yang muncul berupa bercak-bercak putih pada kulit, dengan batas tegas, bersisik halus, rata (tidak timbul), gatal terutama bila berkeringat. Penyakit ini biasanya menyerang pada wajah, leher, bahu, kulit lengan, badan dan bagian lain yang tertutup pakaian.

7. Kandidiasis

Infeksi jamur Candida sp. ini banyak menyerang kulit dan vagina wanita. Umumnya tak berbahaya, meski dapat meradang. Gejalanya yaitu terjadi lesi (pseudomembran) berwarna putih kelabu yang bila terlepas dari dasarnya akan meninggalkan bekas berwarna kemerahan. Umumnya lesi tampak di daerah lipatan payudara, ketiak, genital, dan rongga mulut. Pada kandidiasis vagina akan keluar cairan kental putih kekuningan dari vagina dan bisa mengalami peradangan, serta sakit saat buang air kecil atau senggama.

Faktor Pemicu terjadinya Infeksi Jamur

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pencetus terjadinya infeksi jamur, yaitu :

– Lingkungan yang panas, lembab dan teriritasi.

– Keringat berlebihan karena berolahraga, setelah aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat atau karena kegemukan..

– Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang gemuk.

– Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.

– Penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS, dan diabetes.

– Kehamilan dan menstruasi. Kedua kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh sehingga rentan terhadap jamur.

Tips mencegah terjadinya Infeksi Jamur

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi jamur :

– Selalu menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan kulit dan kaki.

– Membiasakan mandi sekurang-kurangnya sekali sehari. Mencuci kaki dua kali sehari dan keringkan dengan cara menekan-nekan (jangan digosok) dengan handuk

– Mengeringkan kulit secara menyeluruh setelah mandi, hingga sampai lipatan-lipatan.

– Membiasakan agar masing-masing individu menyimpan dan menggunakan handuknya sendiri agar tidak tercemar jamur atau kuman penyakit.

– Menggunakan kaos kaki dan pakaian dalam dari bahan katun, gantilah secara rutin (sekurang-kurangnya sekali sehari)

– Gunakan bedak anti jamur pada sepatu atau kaos kaki untuk mencegah proliferasi spora jamur

– Untuk pengidap diabetes, jaga agar kadar gula darah tetap dalam batas normal.

Itulah informasi mengenai 7 jenis infeksi jamur yang dapat kami sampaikan dan bagi anda yang mengalami atau menderita penyakit infeksi jamur maka segeralah lakukan pengobatan agar infeksi jamur yang anda alami tidak semakin parah. kami merekomen dasikan obat herbal alami jelly gamat gold g obat herbal alami yang telah terbukti ampuh mengatasi, mengobati, dan mnyembuhkan segala macam penyakit sampai sembuh permanen. untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai obat herbal alami ini silahkan kunjungi websaite Obat Panu Di Apotik Yang Ampuh Dan Aman.

Terimakasah telah menyimak pembahasan kami di atas mengenai 7 jenis infeksi jamur dan cara pengobatannya dengan menggunkan obat herbal alami Jelly Gamat Gold G semoga dapat bermanfaat dan kesembuhan ada pada diri anda. Salam sehat dari kami untuk seluruh keluarga indonesia.

Baca Juga :

Waspada 7 Gejala Awal Terkena Penyakit Kanker Kulit

Cara Mencegah Dan Mengobati Diare Dengan Ramuan Tradisional

Home :

Obatpanudiapotik.xyz

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *